Industri Minyak Sawit

Minyak sawit adalah minyak yang dapat dikonsumsi (minyak makan) dan merupakan minyak terbesar kedua di dunia yang diproduksi secara luas setelah minyak sayur. Ada kira-kira 3 milyar penduduk di 150 negara yang mengkonsumsi produk ini.

Selama dua dekade yang lalu, produksi minyak sawit mentah di Indonesia meningkat sebesar 722,5% dari 2,7 juta ton pada tahun 1990 menjadi 19,8 juta ton pada tahun 2010 dan jumlah perkebunan meningkat sebesar 594,5% dari 1,1 juta hektar pada tahun 1990 menjadi 7,8 juta hektar pada tahun 2010.

Permintaan minyak sawit mentah global diperkirakan akan tetap tinggi di masa mendatang, karena didukung pertumbuhan ekonomi dan penduduk, terutama di negara-negara berkembang

Sebagai salah satu bahan utama makanan dan minuman, minyak sawit sangat banyak digunakan untuk memproduksi minyak goreng, margarin dan bahan utama mie instan. Untuk produk-produk yang tidak berkaitan dengan makanan dan minuman, minyak sawit sering digunakan untuk memproduksi oleochemical, yaitu bahan pembuatan sabun, kosmetik, detergen, bahan aditif karet dan plastik.

Meningkatnya kepedulian pada kesehatan juga mempercepat permintaan atas minyak sawit yang memberikan alternatif yang jauh lebih baik untuk mengganti lemak trans artifisial. Minyak sawit juga merupakan unsur utama untuk produksi biodiesel, alternatif bentuk sumber energi terbarukan yang banyak dicari saat ini.

Di PT. PAS dari antara 70.464 hektar lahan yang berlokasi di Sumatera dan Kalimantan, ada kurang lebih 53.195 hektar yang sudah tertanam. Sisanya merupakan cadangan lahan kami untuk perluasan di masa mendatang guna memenuhi permintaan minyak sawit yang meningkat.

Kegiatan utama perkebunan PT. PAS adalah penanaman dan pemanenan pohon-pohon kelapa sawit serta memproses Tandan Buah Segar (Fresh Fruit Bunches/FFB) menjadi minyak sawit mentah (CPO). PT. PAS menerapkan sistem pemantauan melalui Sistem Informasi Geografis (GIS) yang digunakan untuk membantu pemantauan proses pengoperasian perkebunan. GIS juga digunakan untuk pemetaan perkebunan dan jalur akses, saluran air dan bangunan serta pemantauan pertumbuhan, kepadatan dan jumlah pohon perkebunan.

Selain itu, PT. PAS juga menerapkan penanaman strategis yang hanya menggunakan bibit kelapa sawit bermutu tinggi dan berfokus pada tahap pembibitan yang hanya menggunakan tanah bermutu tinggi, pupuk yang kadar nutrisinya berkurang secara lambat, sistem jalur air yang efektif, dan pengendalian hama dan gulma yang baik untuk memastikan proses pematangan dini, produktivitas hasil yang tinggi dan memaksimalkan keuntungan jangka panjang.

PT. PAS membangun unit penelitian dan pengembangan untuk memantau setiap aspek pertumbuhan pohon kelapa sawit dalam setiap tahapnya. Kami meyakini bahwa penelitian dan pengembangan memainkan peranan yang penting untuk mendukung kegiatan manajemen dan pengoperasian di masa mendatang guna meningkatkan manajemen perkebunan dan juga meningkatkan tingkat produksi yang ada saat ini. Dengan mutu bahan baku yang baik dan dikombinasikan dengan teknologi dan profesionalisme kerja yang tinggi, CPO kami telah melampaui spesifikasi internasional (Oil Palm Refiners Association of Malaysia/PORAM). Analisisnya mencakup Asam Lemak Bebas, Kadar Air dan Ketidakmurnian, Nilai Iodin, Dobi dan Karotena. Dengan standar mutu ini, kami percaya diri untuk memperluas pasar kami ditahun-tahun mendatang.

Para pelanggan PT. PAS yang terkemuka dalam industri minyak sawit antara lain: PT. Musim Mas, PT. Wilmar International Limited Group dan PT. Pacific Indopalm Industries. Kombinasi teknologi mutakhir dan inovatif dengan pengiriman bahan baku yang tepat waktu serta sumber daya manusia yang terampil telah menjadi pondasi yang kuat untuk memenuhi komitmen kami untuk memberikan produk-produk terbaik bagi para pelanggan.

"Indonesia adalah produsen dan eksportir minyak sawit terbesar"

PRESTASI DIBIDANG INDUSTRI MINYAK SAWIT

Sejak tahun 2010, PT. PAS melalui anak perusahaannya, telah menerima sertifikasi Roundtable on Sustainable Oil Palm (RSPO). RSPO terdiri dari berbagai kelompok pemangku kepentingan dalam industri minyak sawit guna mendorong pertanian yang berkesinambungan dan menangani dampak lingkungan dari minyak sawit. Di bulan Oktober 2009, PT. PAS menerima sertifikasi dari "Bureau Veritas Certification" dalam Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2008). Sertifikasi ini menunjukkan bahwa PT. PAS telah memenuhi kebutuhan pelanggan dan persyaratan peraturan dan undang-undang lainnya. Dalam jangka waktu yang sama, PT. PAS juga menerima sertifikasi dari "Bureau Veritas Certification" dalam Sistem Pengelolaan Lingkungan (ISO 14001:2004).