Norwegia dan Belanda Apresiasi Kemitraan Pembangunan Berbasis Komoditas Kalbar

Kembali ke daftar berita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua kedubes Eropa memberikan apresiasi peluncuran Kemitraan Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Komoditas untuk Kalimantan Baratdilaksanakan pada Kamis kemarin (26/5/2016). Kemitraan tersebut dibentuk untuk mendorong produktivitas komoditas yang ada di Kalbar. Selain itu juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melindungi hutan dan gambut serta mengatasi tantangan kebakaran hutan dan lahan di Kalbar. Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, ‎Stig Traavik yang berkenan hadir dalam peluncuran itu mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemimpin dunia dalam pengembangan komoditas yang berkelanjutan dan lestari. "Norwegia juga terus berkomitmen membantu inovasi dan intervensi yang mendorong kemitraan seperti ini baik di tingkat provinsi maupun kabupaten," ujarnya dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (27/5/2016). Sementara dubes lainnya yakni Duta Besar Belanda untuk Indonesia, ‎Rob Swartbol menilai Kemitraan juga perlu diperkuat di sisi demand (permintaan) dan bukan hanya di sisi supply (penawaran). "Tanpa demand akan produk yang berkelanjutan, tidak ada dorongan akan pasokan komoditas yang berkelanjutan," katanya. "Karena masukan dari banyak pihak termasuk kemitraan akan menjadi modal yang memperkuat pembangunan itu sendiri," katanya. Yanuar menambahkan Investasi hijau dengan bunga rendah dan kemudahan lainnya merupakan komponen utama untuk mempercepat transformasi komoditas ke arah yang lebih ramah lingkungan. Pel‎uncuran tersebut langsung dipimpin oleh Gubernur Drs. Cornelis, MH dan dihadiri oleh Presiden Direktur PT CUS, Hasjim Oemar. Komisaris PT CUS, Dino Patti Djalal Penuh, dari IDH.Fitrian Ardiansyah, Belantara Foundation, ida Greenbury, sekaligus MD, Selain Dubers Belanda dan Norwegia, peluncuran itu juga dihadiri oleh Gubernur Drs. Cornelis, MH, Presdir PT CUS, Hasjim Oemar. Komisaris PT CUS, Dino Patti Djalal Penuh, dari IDH. Fitrian Ardiansyah, Belantara Foundation, ida Greenbury, sekaligus MD, "Karena masukan dari banyak pihak termasuk kemitraan akan menjadi modal yang memperkuat pembangunan itu sendiri," katanya. Yanuar menambahkan Investasi hijau dengan bunga rendah dan kemudahan lainnya merupakan komponen utama untuk mempercepat transformasi komoditas ke arah yang lebih ramah lingkungan. Pel‎uncuran tersebut langsung dipimpin oleh Gubernur Drs. Cornelis, MH dan dihadiri oleh Presiden Direktur PT CUS, Hasjim Oemar. Komisaris PT CUS, Dino Patti Djalal Penuh, dari IDH.Fitrian Ardiansyah, Belantara Foundation, ida Greenbury, sekaligus MD, Selain Dubers Belanda dan Norwegia, peluncuran itu juga dihadiri oleh Gubernur Drs. Cornelis, MH, Presdir PT CUS, Hasjim Oemar. Komisaris PT CUS, Dino Patti Djalal Penuh, dari IDH. Fitrian Ardiansyah, Belantara Foundation, ida Greenbury, sekaligus MD. Hadir pula Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, Sekjen GAPKI Togar Sitanggang, Deputi Kepala Staf Presiden Yanuar Nugroho, Puteri Indonesia Lingkungan Hidup 2015 Chintya Fabyola dan Valerina Daniel (Puteri Indonesia Lingkungan Hidup 2005).

Sumber: Tribunnews