BKSDA - Manggala Agni PT PAS Gelar Simulasi Karhutla

Kembali ke daftar berita

SIMULASI: Tim penangulangan karhutla PT CUS dan PT JV melakukan simulasi pemadaman api. IST

KAYONG UTARA – Serentetan kebakaran hutan menunjukkan bahwa penyebab utama kebakaran hutan adalah faktor manusia. Faktor yang memicu meluasnya areal kebakaran adalah perlakuan tak bertanggungjawab pada kegiatan perladangan, pembukaan Hutan, dan perkebunan, serta konflik hukum adat dengan hukum negara. Maka untuk meningkatkan efektivitas dan mengoptimalkan kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan perlu ditingkatkan pemahaman dan kepedulian di semua sektor.

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam perkebunan di Kalimantan Barat, PT Pasifik Agro Sentosa (PT PAS) bekerjasama dengan BKSDA Kalbar dengan pelaksana Manggala Agni Daops Ketapang, belum lama ini, mengadakan pelatihan penanggulangan kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutla) pada wilayah perkebunannya di Kayong Utara. Di Kalbar, PT PAS mengoperasikan PT Cipta Usaha Sejati (PT CUS), PT Jalin Vaneo (PT JV), dan PT Mitra Aneka Rezeki (PT MAR). Pentingnya pencegahan karhutla ini agar bencana kabut asap tidak terjadi dalam waktu mendatang, khususnya di Kalbar.

Kegiatan pelatihan manggala agni ini berlangsung selama tiga hari, yakni 18 - 20 Maret 2016. Peserta pelatihan terdiri dari karyawan PT CUS dan PT JV, serta warga masyarakat yang ada di sekitar perkebunan. Mereka dibekali pemahaman teori dan praktek dalam  penanggulangan kebakaran, serta dampak jika terjadi kebakaran hutan dan lahan oleh 12 pelatih dari Manggala Agni Daerah Operasi Ketapang.

Pelatihan ini bertujuan untuk mengantisipasi dan kesiapsiagaan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berdampak timbulnya kabut asap. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Kabupaten Ketapang (Rudi Darisman), perwakilan PT PAS (Wagner Tobing), General Manager PT CUS (Rohyat Sudrajat), serta jajaran manajemen kedua perusahaan dan juga tokoh masyarakat setempat.

Pelatihan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PT PAS pada semua unit perusahaannya yang telah dimulai sejak tahun 2006. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap bahaya bencana karhutla dan sekaligus ikut mendukung program pemerintah demi terwujudnya Indonesia bebas dari kabut asap.

Dalam penutupan pelatihan ini dilakukan simulasi dalam penanggulangan kebakaran lebih kurang dari 120 orang yang telah dilatih. Diharapkan ke depan, bencana karhutla dapat dicegah secara dini dengan melibatkan semua lapisan masyarakat.

Sumber: Pontianak Post