Apel Siaga Penanggulangan Karhutla Pemprov Kalbar

Kembali ke daftar berita

MENINJAU: Wagub Kalbar, Bupati Kubu Raya, dan rombongan meninjau langsung sarana prasarana penanggulangan karhutla yang diperbantukan pemprov kepada kabupaten/kota, serta unit mobil damkar PT Mitra Aneka Rezeki, usai memimpin apel siaga. ISTIMEWA

‚ÄčPEMERINTAH Kalimantan Barat menggelar apel siaga tingkat provinsi untuk penanggulangan kebakaran hutan, lahan, dan kebun pada Rabu pagi, 27 April 2016. Kegiatan dipusatkan pada lokasi kebun PT Mitra Anek Rezeki (anak usaha PT Pasifik Agro Sentosa) di Desa Sungai Deras, Kabupaten Kubu Raya. Apel siaga menjadi bagian kesiapsiagaan pemerintah dan pelaku usaha perkebunan dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

“Kebakaran lahan dan kebun yang terjadi setiap tahun di Kalbar merupakan ancaman, karenanya perlu penanganan serius kita semua agar tidak terjadi lagi,” ujar Christiandy Sanjaya, Wakil Gubernur Kalbar saat memimpin apel siaga penanggulangan karhutla.

Ia menambahkan, menyadari besarnya kerusakan akibat karhutla, pemprov telah berusaha menekan hal tersebut seminimal mungkin, sehingga tidak menggangu segala aspek kehidupan. Upaya tersebut sejalan dengan instruksi Presiden No.16/2011. “Apel siaga ini, tekat dan spirit kita untuk semakin meningkatkan kebersamaan dan gotong royong, serta kesiapan dalam mencegah karhutla di Kalbar,” katanya, “Saya harap, setiap diri kita, baik pemerintah dan elemen masyarakat, saling kompak, merapatkan barisan dan bahu membahu sekuat tenaga mencegah karhutla.”

Menurutnya, faktor utama karhutla, masih adanya pembukaan lahan dengan cara membakar; karena dianggap paling mudah, murah, dan cepat. “Tapi, dampaknya tak diperhitungkan,” tegasnya.

Guna efektivitas pencegahan karhutla, Christiandy menghimbau para bupati dan pejabat di tingkat kabupaten meminta setiap pelaku usaha perkebunan wajib memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah kerusakannya. Mereka juga diminta memantau hotspot secara intens. Serta, melakukan ground check ke lapangan dan selalu berkoordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah, manggala agni, BMKG, TNI, kepolisian, serta dinas terkait.

“Saat menghadapi kemarau, penerapan sistem tata air yang baik sangat penting, khususnya pada lahan gambut. Ini bisa dilakukan dengan pengaturan penutupan pintu air dan pembuatan embung-embung cadangan air,” ujarnya.

Kepada perusahaan perkebunan eksisting dan bukaan baru diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. “Tingkatkan patroli dan pengawasan melalui menara api untuk pencegahan sedini mungkin,” katanya.

Perusahaan pun diminta melengkapi sarana prasarana pengendalian pemadaman karhutla, sesuai pedoman pengendalian kebakaran lahan dan kebun tahun 2010. “Kerahkan segala potensi, libatkan masyarakat sekitar untuk pemandaman mandiri,” ujarnya.

Dudi Gunadi, Direktur Perlindungan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian menyatakan, apel siaga penanggulangan karhutla rutin digelar pemerintah. “Seingat saya, ini sudah tahun ke-4. Setiap tahun kami gelar apel siaga penanggulangan karhutla pada provinsi yang rawan kebakaran. Bukan hanya pertanian; badan penanggulangan bencana dan kehutanan juga adakan; jadi ada keterpaduan,” jelasnya.

Ia menekankan, apel siaga untuk mengecek kesiapan koordinasi semua stakeholder; baik pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran hutan, lahan, dan kebun. “Cegah karhutla tidak bisa sendiri-sendiri, harus terpadu, bersama-sama semua elemen. Termasuk menciptakan kesadaran masyarakat bahaya ladang berpindah dengan membakar,” tegas Dudi yang mewakili Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian.

Rusman Ali, Bupati Kubu Raya berterimakasih kepada PT Mitra Aneka Rezeki yang mau proaktif melakukan apel siaga penanggulangan karhutla bersama pemerintah. Menurutnya, di Kubu Raya, masih banyak masyarakat melakukan ladang berpindah dengan membakar. “Karenanya, kami banyak lakukan penyuluhan pada masyarakat, ladang berpindah silakan, tapi jangan membakar. Apalagi tanah di sini gambut, kalau dibakar, apinya lari ke bawah. Bisa terjadi kebakaran besar dan sulit dipadamkan. Kami berikan penyadaran, ini tak hanya rugikan perusahaan, tetapi juga masyarakat,” katanya.

Ia pun telah mengundang seluruh perusahaan perkebunan di Kubu Raya untuk mengikuti apel siaga tersebut, serta menandatangani MoU komitmen pencegahan dan penangulangan karhutla. “Mereka harus siapkan embung-embung air, jangan hanya sarana prasarana. Alat pemadam kebakaran lengkap pun percuma, kalau tidak ada air,” ujarnya, “Perusahaan yang masih bandel, kami sanksi. Jika terjadi kebakaran sampai 40% luas kebunnya, izin kami cabut. Tapi, alhamdulillah, di Kubu Raya belum ada yang seperti itu.”

Dadi Sunarya, Wakil Bupati Melawi yang ikut dalam apel siaga menyampaikan, dua minggu sebelumnya, Pemkab Melawi telah menggelar apel siaga penanggulangan karhutla bersama kehutanan, kepolisian, dan seluruh perusahaan sawit di sana. “Sekarang kami sedang melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan dan desa. Khususnya pada masyarakat yang masih bercocok tanam dengan ladang berpindah bakar lahan,” katanya.

Tambahnya, “Ini perintah presiden langsung, khusus di Kalbar sangat serius. Karenanya, kami sudah bentuk di tingkat kecamatan dan desa; melatih masyarakat untuk penanggulangan karhutla.” Terkait karhutla, pemkab tegas meminta semua perusahaan sawit di Melawi membuat parit dan penampungan air.

Terpisah, General Manager PT Mitra Aneka Rezeki menyampaikan, pihaknya diminta Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar untuk menyiapkan tempat apel siaga. “Harapan kami melalui apel siaga; pihak perusahaan, masyarakat, dan pemerintah bisa bersinergi untuk menjaga jangan sampai terjadi karhutla. Bencana kebakaran dan asap di 2015, jangan sampai terjadi lagi di 2016 ini,” ujarnya.

Terkait upaya pencegahan karhutla, PT MAR telah memiliki pompa air, mobil pemadam kebakaran, termasuk kerja sama dengan tim Manggala Agni dan kelompok masyarakat pada tujuh desa binaan. “Kami siapkan embung air di lapangan, sehingga saat terjadi kebakaran bisa cepat dipadamkan,” katanya.

PT MAR bekerjasama dengan tujuh desa binaan membentuk kelompok masyarakat peduli api pada tiap desa. “Tiap desa ada 15 sukarelawan peduli api. Bersama perusahaan, mereka memantau titik-titik api, untuk segera dipadamkan agar tidak meluas,” ujarnya.

Pada apel siaga tersebut, Pemprov Kalbar menyerahkan bantuan sarana prasarana pemadam kebakaran kepada pemerintah kabupaten. PT Pasifik Agro Sentosa juga memberikan bantuan sarana pemadam kebakaran pada tujuh desa binaan di sekitar PT MAR, serta lima desa binaan di sekitar kebun PT Cipta Usaha Sejati (CUS) dan PT Jalin Vaneo (JV) di Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. 

Digelar pula penandatangan MoU terkait komitmen penanggulangan karhutla antara Pemprov Kalbar dan empat perusahaan perkebunan di Kubu Raya, yakni PT Mitra Aneka Rezeki, PT Ichiko Agro Lestari, PT Kusuma Alam Sari, dan PT Sinar Karya Mandiri. Acara turut dihadiri Kapolres Mempawah; kepala dinas/instansi terkait; PT Pasifik Agro Sentosa serta perusahaan perkebunan se-Kalbar.

Sumber: Pontianak Post