AGP - Kemendag - Inkopkar, Operasi Pasar di Entikong

Kembali ke daftar berita

 

 “Selama 16 tahun, saya makan gula Malaysia, tapi barang lain dari Indonesia. Alhamdulillah, sekarang dipercaya Induk Koperasi Kartika (Inkopkar) mendirikan Gerai Perbatasan, memenuhi kebutuhan orang-orang di sini. Saya bersyukur ada Inkopkar dan Artha Graha Peduli (AGP) yang peduli dengan orang di perbatasan. Senang sekali bisa makan gula Indonesia,” aku Arsina bin Sumitro.

 

JUMAT pagi, 3 Juni 2016, kantor LSM Anak Bangsa di Jl Kuari No.33, Entikong, yang menjadi lumbung belajar pendidikan luar sekolah, diresmikan sebagai Gerai Perbatasan. Peresmian tersebut bersamaan dengan dibukanya operasi pasar gula Inkopkar dan Pasar Murah AGP Ramadan 2016 oleh Ketua Inkopkar Brigjen TNI Felix W Hutabarat di lapangan bola depan kantor tersebut.

Menurut Felix, operasi pasar gula dan gerai perbatasan bakal berlangsung hingga H-7 Lebaran 1437 H atau sekitar satu bulan di Entikong. Sementara, pasar murah AGP Ramadan 2016 hanya digelar satu hari, saat pembukaan tersebut. Operasi pasar gula digelar Inkopkar pada 196 titik se-Indonesia, termasuk di Kalbar. Sedangkan, pasar murah AGP Ramadan 2016 digelar pada lebih 2.000 titik se-Indonesia, termasuk di Kalbar.

Kegiatan tersebut digelar dari perhatian serius pemerintah karena melambungnya harga beberapa bahan kebutuhan pokok (sembako) jelang Ramadan 2016. Presiden RI, Jokowi, telah memerintahkan jajarannya menjaga ketersediaan dan kestabilan harga sembako. Kementerian Perdagangan RI meminta Inkopkar menggelar operasi pasar mengendalikan harga sembako. Inkopkar mewujudkannya melalui kerja sama dengan AGP dan Indofood melalui PT Angels Products, anak usaha PT Pasifik Agro Sentosa (PAS). Sebagai pelaksana lapangan pasar murah AGP Ramadan 2016, PT PAS meminta anak usahanya di Kalbar, yaitu PT Cipta Usaha Sejati, PT Jalin Vaneo, dan PT Mitra Aneka Rezeki.

Gerai Perbatasan dan Operasi Pasar Gula menjual berbagai bahan kebutuhan pokok, seperti gula, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih, tepung, garam, serta aneka sandang. Gula operasi pasar dijual Rp11 ribu per kilogram di Entikong. “Kami siapkan 100 ton, lihat habisnya berapa lama,” ujar Felix. Sedangkan, Pasar Murah AGP Ramadhan 2016  menjual paket sembako murah seharga Rp25.000,-; berisi gula, susu kental manis, minyak goreng Bimoli, dan beras.

Terpisah, Fadjar Bagus S, kepala perwakilan AGP di Kalbar menyampaikan, pasar murah telah menjadi komitmen pendiri Yayasan Artha Graha Peduli untuk peduli berbagi kepada sesama manusia. “Kami tingkatkan kepedulian kepada orang-orang kurang mampu melalui paket sembako pasar murah Ramadan ini. Kami gelar pasar murah di Kalbar hingga 5 Juli 2016,” katanya.

Menurutnya, ini kali pertama AGP menggelar pasar murah di Entikong, perbatasan Malaysia - Indonesia. Karenanya, kegiatan tersebut diharapkan kembali menggugah nasionalisme warga Indonesia di perbatasan. “Kami harap, warga Entikong lebih peduli NKRI, dengan gunakan produk-produk dalam negeri Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan di Entikong mendapat respon positif warga. “Alhamdulillah, senang ada kepedulian untuk masyarakat di sini. Apalagi bagi yang kurang mampu, kami sangat bersyukur. Sekarang semua sudah mahal, paket sembako ini murah, beda Rp25 ribuan,” ujar Leli Diana, ibu tiga anak, warga Wanara Entikong.

Hal senada disampaikan, Ema (75), seorang nenek di Entikong. “Minyak mahal, beras juga mahal. Senang ada pasar murah, semoga lebih sering dibuat di sini,” katanya.

Makodam XII Tanjungpura

Selain di Entikong, kegiatan yang sama digelar Inkopkar dan AGP di Markas Kodam XII Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya pada hari yang sama. Kegiatan tersebut diharapkan meringankan beban masyarakat Kalbar, apalagi di tengah melambungnya harga sembako jelang Ramadan 1437 H. Kegiatan AGP di Makodam XII Tanjungpura dan Entikong dihadiri Hasjim Oemar, Presiden Direktur PT PAS. (mde)

 Sumber: Surat Kabar PRO-KALBAR Pontianak Post, Senin 6 Mei 2016 Hal. 28