Senang Bisa Makan Gula Indonesia

Kembali ke daftar berita

Kemendag, Inkopkar, dan Artha Graha Peduli menggelar aoperasi pasar gula dan pasar murah AGP, serta membuka gerai perbatasan di Entikong. (Foto: Made Frans)

JENDELA KALBAR – Arsina bin Sumitro, ketua Yayasan Peduli Anak Bangsa Perbatasan mengaku senang dapat mengkonsumsi gula pasir Indonesia. Ia mengaku, selama 16 tahun diperbatasan hanya dapat mencicipi gula pasir Malaysia.

“Saya senang sekali kedatangan gula Indonesia. Selama ini, kami berpatokan pada gula pasir dari Malaysia. Saya bersyukur ada Induk Koperasi Kartika (Inkopkar) dan Artha Graha Peduli yang peduli dengan orang-orang perbatasan,” ujar Arsina, usai peresmian gerai perbatasan, serta pembukaan operasi pasar gula dan pasar murah AGP di lapangan bola Jl Kuari, Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, , Jumat (3/6).

LSM Anak Bangsa (Lumbung Belajar, pendidikan luar sekolah), binaan Arsina, menjadi Gerai Perbatasan dan Operasi Pasar Gula hingga H-7 lebaran. “Kami berterimakasih sudah membawa gula Indonesia ke wilayah perbatasan dengan perjalanan jauh dari Pontianak, sekitar enam jam, harganya pun stabil Rp11.000,- per kilogram,” katanya.

Tambah Arsina, “16 tahun saya makan gula Malaysia, tapi barang lain dari Indonesia. Alhamdulillah, sekarang dipercaya Inkopkar untuk mendirikan Gerai Perbatasan, memenuhi kebutuhan orang-orang di sini.”

Menurutnya, gula Indonesia lebih enak dan bergizi dibandingkan gula Malaysia. “Gula Malaysia dan Indonesia manisnya sama, tapi gula Indonesia ada rasa tebunya. Respon orang-orang di sini dengan gula Indonesia berminat sekali,” pungkasnya. (ran)

Sumber: Jendela Kalbar