Industri Gula

"Dunia mengkonsumsi 158,9 juta ton gula pada tahun 2010-2011. India, EU-27, China dan AS menghabiskan 42% total konsumsi gula dunia."

Pada tahun 2010-2011, permintaan domestik gula di Indonesia diperkirakan sebanyak 4,9 juta ton, di mana 2,8 juta ton di antaranya digunakan untuk konsumsi langsung, sedangkan sisanya untuk makanan & minuman. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia mengimpor 2,91 juta ton gula, yaitu 2,31 juta ton gula mentah dan 0,6 juta ton gula rafinasi selama periode tersebut. Permintaan gula di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi penduduk.

Berkembang untuk Masa Depan

Divisi gula PT. PAS dibentuk antara lain untuk memenuhi kebutuhan gula rafinasi di Indonesia, memasok bahan baku ke industri makanan, minuman dan farmasi. PT. PAS memproduksi gula kristal rafinasi bermutu tinggi yang hanya menggunakan bahan baku ramah lingkungan yang diimpor dari Australia, Brazil, Thailand dan Afrika Selatan. Untuk memastikan daya saing dalam pasar rafinasi gula, PT. PAS juga menggunakan fasilitas ketel uap batubara yang diproduksi secara lokal. Dan untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan ramah terhadap lingkungan, PT.PAS menggunakan jenis ketel uap Circulation Fluidized Bed (CFB) yang bekerja dengan tenaga batubara dan sebuah Electroprecipitator (EP) yang menyerap debu untuk memastikan terjaganya kebersihan.

Pada awalnya, kapasitas produksi rafinasi gula PT. PAS adalah sebanyak 500 ton gula rafinasi per hari (175.000 ton per tahun). Sejak saat itu, dengan mempekerjakan lebih dari 650 karyawan yang berdedikasi tinggi, kapasitasnya meningkat secara bertahap namun pesat menjadi 750 ton per hari, 1.000 ton per hari dan sampai kapasitas produksi gula rafinasi saat ini, yaitu sebanyak 1.150 ton per hari (379.500 ton per tahun).

PT. PAS mampu meningkatkan kapasitas secara bertahap tanpa menangguhkan produksi yang sedang berjalan. Prestasi ini telah menempatkan PT. PAS pada posisi depan persaingan dalam hal kesinambungan produksi bila dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lainnya dalam industri ini.

"Produk Bermutu Tinggi Bertemu dengan Pembeli yang Puas"

Klien-klien divisi gula PT. PAS antara lain sebagai berikut: Indofood, Otsuka Indonesia, Heinz-ABC, Perfetti Van Melle, Nutrifood Indonesia, Santos, Forisa, Garuda Food dan Fontera Group.

Perkebunan gula di Indonesia terus meluas dari tahun ke tahun sebagaimana ditandai dengan meluasnya lahan penanaman. Sampai dengan 2009, perkebunan tebu Indonesia seluas 473.000 hektar atau sama dengan peningkatan sebesar 2,9% dari 460.000 hektar pada tahun 2008. Perkebunan tebu tidak hanya meluas di pulau Jawa, namun juga di pulau-pulau lainnya di luar pulau Jawa.

Untuk mencapai program nasional swasembada gula pada tahun 2014, industri ini perlu didukung dengan 600.000 hektar perkebunan tebu. Artinya, ada sekitar 127.000 hektar tambahan area perkebunan tebu yang diperlukan.

Prospek pengembangan perkebunan tebu di Indonesia sangat menjanjikan.

Saat ini, pembangunan pabrik gula baru dan perkebunan - perkebunan tebu harus difokuskan di luar pulau Jawa, karena alasan ketersediaan lahan. Rencana pengembangan industri gula di luar pulau Jawa harus memiliki perencanaan yang sangat strategis. Karena menyadari hal ini, PT. PAS berencana merealisasikan pengembangan perkebunan tebu dan industri gula di provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebagai permulaan, PT. PAS sedang membangun perkebunan dan industri tebu di Sulawesi Tenggara yang akan beroperasi secara penuh dalam waktu dekat.

Dengan total perkebunan tebu seluas 10.000 hektar, PT. PAS mentargetkan produksi 44.800 ton gula putih dan 22.400 ton molases per tahun mulai dari pertengahan tahun 2014 guna memenuhi kebutuhan gula nasional.

Karena terbuka luasnya permintaan pasar atas gula, prospek pengembangan perkebunan tebu di Indonesia masih sangat menjanjikan. Di masa depan, PT. PAS akan terus memperluas perkebunan tebunya ke area-area lain di seluruh Indonesia.


PRESTASI DI BIDANG INDUSTRI GULA

PT. PAS mengelola limbah cair supaya buangan industrinya memenuhi standar mutu Kementerian Lingkungan Hidup. Upaya atas kesadaran lingkungan ini mendapatkan pengakuan dari Bupati Serang sebagai perusahaan yang ramah lingkungan sejak 2004 sampai sekarang. Di tingkat nasional, PT. PAS juga berhasil meraih peringkat PROPER-Blue dari Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 2005.

Proses produksi PT. PAS juga sepenuhnya sesuai dengan peraturan-peraturan yang di tetapkan oleh Standar Nasional Indonesia untuk Gula Rafinasi No. 01-3140.2-2006 sejak tahun 2008.

Pada tahun 2009, PT. PAS meraih pengakuan sebagai Deal of The Year on Trade Finance melalui International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) dari majalah Trade Finance Magazine dan Global Trade Review.

PT. PAS telah memperoleh sertifikasi internasional dalam Sistem Manajemen Mutu ISO (9001:2008) sejak tahun 2006 dan selanjutnya mendapatkan sertifikasi untuk Sistem Manajemen Keamanan Pangan (ISO 22000:2005) pada tahun 2010. Sistem-sistem terintegrasi ini telah di terapkan dalam seluruh proses produksi dan kegiatan pendukungnya, yaitu dengan menggunakan AIMS (Angels Integrated Management System)